Makna Sehat di Ruang Digital: Pengalaman Dan Tranformasi Diri ODAI (Orang dengan AUtoimun) dalam Komunitas Online

Rp 150.000

Rp 0

Logo Mufti Fauzi RahmanMufti Fauzi Rahman
Detail Pemesanan
Deskripsi Produk

Dari Takut Menuju Menerima: Transformasi Makna Sakit dalam Komunitas Online ODAI

Bagaimana rasanya ketika tubuh yang selama ini dapat diandalkan tiba-tiba berubah menjadi sumber ketidakpastian? Ketika rasa lelah tidak pernah benar-benar hilang, nyeri datang tanpa peringatan, dan orang-orang di sekitar sulit memahami apa yang sebenarnya sedang dialami karena penyakit itu tidak tampak dari luar?

Bagi banyak Orang dengan Autoimun (ODAI), sakit bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga pengalaman hidup yang mengguncang identitas, relasi sosial, dan cara memandang masa depan. Diagnosis yang terlambat, gejala yang tidak terlihat, serta minimnya pemahaman lingkungan sering kali membuat mereka merasa sendirian dalam perjuangan yang panjang dan melelahkan.

Buku ini mengisahkan perjalanan ODAI dalam memaknai sakit, remisi, dan kehidupan melalui interaksi di komunitas online. Berangkat dari penelitian cyberphenomenology pada komunitas Cantik2autoimun, buku ini menggambarkan bagaimana media sosial tidak sekadar menjadi sarana berbagi informasi kesehatan, tetapi juga ruang perjumpaan yang memungkinkan hadirnya pemahaman, solidaritas, dan harapan. Di dalam ruang digital tersebut, para anggota komunitas menemukan orang-orang yang memiliki pengalaman serupa, saling berbagi cerita, mengelola kecemasan, dan membangun kekuatan bersama untuk menghadapi ketidakpastian penyakit kronis.

Melalui narasi yang humanistik dan reflektif, pembaca diajak mengikuti transformasi pengalaman ODAI: dari kebingungan menuju pemahaman, dari ketakutan menuju penerimaan, dari kesendirian menuju kebersamaan, dan dari kepanikan menuju ketenangan. Buku ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap penyakit bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari cara baru dalam memahami tubuh, kesehatan, dan kualitas hidup.

Lebih dari sekadar kajian tentang autoimun, buku ini menawarkan pemahaman tentang makna kemanusiaan di era digital. Ketika dunia maya sering dianggap sebagai ruang yang dangkal dan penuh distraksi, pengalaman ODAI justru memperlihatkan bahwa komunitas online dapat menjadi ruang pemulihan makna hidup, tempat individu menemukan dukungan emosional, membangun identitas baru, dan merajut harapan di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.

Buku ini ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, tenaga kesehatan, pegiat komunitas, keluarga pasien, serta siapa pun yang ingin memahami bagaimana komunikasi digital dapat menghadirkan kekuatan sosial dan emosional bagi mereka yang hidup berdampingan dengan penyakit kronis. Dengan demikian, Dari Takut Menuju Menerima bukan hanya kisah tentang sakit, tetapi juga kisah tentang keberanian manusia untuk terus bertumbuh, menemukan makna, dan menjalani hidup secara utuh di tengah ketidakpastian.